Archive for July, 2008

Duel si Double Winner07.14.08

kemelut depan gawang

Pertandingan perdana Liga Super 2008 antara Sriwijaya FC, juara Ligina 2007 dan Copa Indonesia 2007 melawan Persipura, runner up Ligina 2007 membawa saya ke Stadion Jakabaring Palembang untuk kedua kalinya. Sebelumnya sekitar sebulan lalu, saya bersama keluarga hanya bisa melihat Jakabaring dari luar. Kali ini saya berada didalamnya menyaksikan pertandingan yang sangat menarik ini.

Perjalanan untuk menyaksikan laga ini cukup berat juga bahkan nyaris mengurungkan nait saya. Mendekati jembatan ampera takad saya diuji dengan datangnya hujan. Kepalang basah, akhirnya nekat juga menerobos hujan setelah sempat mampir warung untuk sekedar mengamankan D40x dari ancaman air hujan. Untung Lowepro Nova 2 saya dilengkapi rain coat, jadi agak tenang si D40x terlindung dari si hujan.

Setelah sampe stadion, dengan kaos dan celana basah langsung menuju tiket box. Dasar Indonesia, “kata” yang jaga loket Tiket VIP habis. Eh nyatanya tiket tuh “dihabisin” sama calo. Terpaksa deh ambil tiket di calo. Tiket yang mustinya 30 ribu saya tebus 35 ribu. Sesampaianya di dalam ternyata pertandingan udah dimulai dan tribun barat bawah udah penuh dengan penonton.

Pertandingannya sendiri berjalan cukup seru. Jawara dan runner-up Ligina 2007 meski awalnya berjalan lamban, mulai saling serang. Hasilnya kedua tim berbagi angka 2:2 setelah sebelumnya tuan rumah tertinggal 2 kali.

Yang menarik justru ketika saya melihat tingkah polah para penontong. Disebalah saya, Anas, seorang mahasiswa PTS di Palembang yang datang bersama Ibunya yang sangat Fanatik mendukung tim tuan rumah. Bahkan pernah ketika nggak sempat menyaksikan lanjutan pertandingan Sriwijaya FC kontra PSMS yang tersisa 30 menit dan hanya melihat dari layar kaca, melihat di rumah sambil meneteskan airmata. Atau adik kecil di sebelah kiri saya, yang datang bersama adik dan bapaknya, yang hapal seluruh pemain kedua tim. Mungkin saking cintanya sama tim kebanggan, para penonton terlihat sangat emosional ketika mendukung timnya, jadinya nggak rela kalo timnya kalah. Yang sering jadi Kambing hitam akhirnya si Wasit. Padahal menurut saya, yang notabenenya bukan pendukung kedua tim, menilai wasit cukub baik dalam memimpin. Puncaknya pada pertengahan babak kedua, ketika tuan rumah tertinggal untuk kedua kali 1:2, dan terjadi insiden kecil, lapangan dan bench pemain persipura dan wasit tentu saja menjadi sasaran lemparan boto. Untung panitia dan pihak keamanan cukup sigap sehingga tidak terjadi keruruhan lebih parah. Dan untungnya lagi akhirnya tuan rumah berhasil membalas dan kedua tim bermain imbang. Saya tidak berani membayangkan apabila sore itu tuan rumah kalah, mungkin akan terjadi … Ah sudahlah. Yang penting akhirnya berakhir damai.

Posted in Uncategorizedwith 1 Comment →

  • You Avatar
    Saya, Rahmad Budi Sulistia, wong Ponjong, Gunungkidul, salah satu bagian Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekarang ini tinggal di Palembang, sesekali pulang ke Wonosari. Selamat datang, Live is beautiful, isn't it?

  • Last Photos

    • Borobudur
    • borobudur
    • Borobudur
    • Mama Atha di Borobudur
    • City tour-Keraton Jogja

Add to Technorati Favorites