Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Dalam sepekan ini nampak jamaah tarawih di masjid, mushola, langgar dan surau serasa makin sepi. Keramaian nampaknya berpindah ke mall dan pusat perbelanjaan.
Dikantor pun demikian. Suasan kerja dipenuhi aura lebaran. Mulai pemberian THR hingga pembagian bingkisan lebaran dari Koperasi dan dari manajeman. Semua ceria. Suara-suara di speaker juga mendadak lebih religius. Jika sebelumnya yang mengalun Phill Collins, Queen, Rihanna atau MJ, tapi sekarang yang mengalun Gigi edisi Religi, Opick, Mas Emha dan Mbak Novia, Raihan, atau Hasbi Rabbi-nya Sami Yusuf. Tidak di kantor, di kampung atau bahkan di “Fesbuk” yang dibahas adalah mudik. Dari oleh-oleh, kesibukan persiapan, oleh-oleh, cuti, kapan mudik, persiapan mudik, jalur alternatif hingga harga tiket.
Hari-hari menjelang lebaran kali ini sungguh luar biasa. Pekerjaan tiada habisnya. Semua berebut minta dilayani dan diselesaikan sebelum lebaran. Alhamdulillah beberapa bisa dikejar dan diselesaikan. Namun beberapa yang akhirnya belum terselesaikan nampaknya harus sabar menunggu hingga syawal nanti.
Ramadhan kali ini adalah ramadhan saya yang kedua di Bhumi Sriwijaya. Saya pun merancang perjalanan mudik ke kampung halaman. Tiket sudah jauh-jauh hari dibook. Tinggal menunggu hari pemberankatan esok hari. Menuntaskan rindu kepada keluarga, kerabat dan handai taulan. Ramadhan kali ini saya tidak banyak menyambangani pusat perbelanjaan dan pusat perniagaan. Urusan persiapan lebaran, baju buat anak-anak dan handai taulan sudah diurus istri.
Termasuk golongan manakah kita? Yang sedih akan ditinggal pergi Ramadhan atau yang bergembira karena akan datangnya Idul Fitri? Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab.
Selamat mempersiapkan lebaran dan selamat Mudik (bagi yang mudik). Bagaimana dengan Anda?






Mudik? Ha ha ha ha
Alhamdulillah, kemarin saya juga bisa mudik.
kapan mau mudik lagi om?
Aku juga bisa mudik lagi kang…..\n\npasca Lebaran “Dipaksa Keadaan” untuk Mudik.