<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:dtvmedia="http://participatoryculture.org/RSSModules/dtv/1.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Sulistia Blogs &#187; Travel</title>
	<atom:link href="http://www.sulistia.com/tags/travel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sulistia.com</link>
	<description>Rahmad Budi Sulistia &#124; Life is beautiful</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Sep 2009 23:05:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/7.5" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>sulistia@mac.web.id ()</managingEditor>
		<webMaster>sulistia@mac.web.id</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Rahmad Budi Sulistia Daily Life</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>sulistia@mac.web.id</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.sulistia.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.sulistia.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Sulistia Blogs</title>
			<link>http://www.sulistia.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Durian Labuan Maringgai</title>
		<link>http://www.sulistia.com/2009/01/06/durian-labuan-maringgai/</link>
		<comments>http://www.sulistia.com/2009/01/06/durian-labuan-maringgai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 06:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sulistia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sulistia.com/2009/01/06/durian-labuan-maringgai/</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu, Minggu, 3 Januari 2009, saya melakukan perjalanan darat dari Jakarta menuju Palembang. Kebetulan ada rekan kantor di Jakarta yang akan kembali ke Palembang setelah berlibur akhir tahun di Jakarta. Bertiga kami mengawali perjalanan kurang lebih pukul 5.30 pagi dari daerah Slipi. Perjalanan terbilang cukup lancar. Jakarta &#8211; Merak dapat ditempuh kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari yang lalu, Minggu, 3 Januari 2009, saya melakukan perjalanan darat dari Jakarta menuju Palembang. Kebetulan ada rekan kantor di Jakarta yang akan kembali ke Palembang setelah berlibur akhir tahun di Jakarta. Bertiga kami mengawali perjalanan kurang lebih pukul 5.30 pagi dari daerah Slipi. Perjalanan terbilang cukup lancar. Jakarta &#8211; Merak dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam. Pun demikian ketika naik Ferry. begitu sampe Merak telah siap kapal Ferry yang bersandar, sehingga kami tidak banyak membuang waktu di Merak.<br />
Begitu kami berlabuh di Bakahuni, setelah mapir sembentar membuang hajat di SPBU di Bakahuni, kamipun melanjutkan perjalanan. Kami mengambil jalan melalui jalur Lintas Pantai Timur.<br />
Secara umum jalan sudah cukup baik, beraspal HOTMIX mulus. Namun jangan terlena, ternyata di beberapa tempat banyak jalan yang mulai rusak, dan berlubang. Bahkan nampak di beberapa ruas adalah kerusakan lama yang &#8220;belum&#8221; diperhatikan pemerintah.<br />
Jalur Baahuni menuju Pertigaan Labuah Maringgai nampak didominasi warga keturunan Bali/Hindu. Hal ini terlihat di tiap rumah selalu ada Kuil Kecil tempat pemujaan.<br />
Setelah melewati Labuan Maringgai menuju Way Jepara, kami melewati deretan penjual durian. Durian ini menurut informasi dari masyarakat adalah hasil bumi setempat. Durian Labuan Maringgi mereka menyebutnya. Kamipun tidak melewatkan kesempatan jajan buah Durian disini. Harga yang ditawarkan juga cukup menarik menurut kami. Satu buah yaang cukup besar dapat kami tebus 15 ribu rupiah. Padahal buah sebesar itu di Jogja ditawarkan 35 ribu. Ditawar 30 ribu pun nggak dikasih.</p>
<blockquote><p>Ada satu buah durian yang istimewa menurut kami, Buahnya berwarnya Kuning Kunyit. Melihat bentuk buah dan warnanya aja kami yakin enak. Ternyata kami tidak salah duga. Bener-bener mantap menurut rekan seperjalanan saya.</p></blockquote>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/sulistia/3169614589/" title="Duren Mantap by sulistia, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3265/3169614589_b0c073a813.jpg" width="500" height="334" alt="Duren Mantap" /></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/sulistia/3169614291/" title="Menjajakan Duren by sulistia, on Flickr"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1391/3169614291_b96b03b2e1.jpg" width="335" height="500" alt="Menjajakan Duren" /></a></p>
<p>Sayang, satu buah yang kata mas yang jual &#8220;SAUDARA KANDUNG&#8221;  dari duren Kuning, ternyata duren biasa. Yah mungkin kami juga salah nggak minta dibuka dulu untuk mengecek. Padahal tiga duren yang lain kita buka dulu untuk memastikan rasa dan kualitasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sulistia.com/2009/01/06/durian-labuan-maringgai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
